- Berpuasa dapat melatihkan diri untuk menjadi seorang yang dekat dengan Allah.
- Berpuasa dapat menahan diri dari mengikut keinginan hawa nafsu keduniaan.
- Berpuasa dapat menginsafkan diri sendiri dalam mengenangkan bahawa kita ini adalah hamba Allah yang lemah.
- Berpuasa adalah sebagai tanda kesyukuran dan terima kasih kepada Allah yang telah memberikan segal nikmat dan rezekiNya kepada kita.
- Berpuasa dapat mendidik diri jiwa untuk mentaati segala suruhan Allah serta suruhan yang lain-lainnya.
- Berpuasa dapat menyucikan diri dan dapat meninggikan tahp keikhlasan hati.
- Berpuasa dapat melatih diri supaya bersifat sabar, tabah dalam menghadapi penderitaan, kesusahan dan segala cubaan dari Allah terhadap kita.
- Berpuasa dapat melatih dir agar menjadi seorang yang amanah.
- Berpuasa dapat memelihara diri dari terjatuh ke dalam lembah maksiat dan dosa.
- Berpuasa dapat melahirkan perasaan kasih sayang dan tolong menolong terhadap sesama insan terutama kepada fakir miskin, anak yatim, orang yang melarat dan sebagainya.
- Berpuasa dapat menyihatkan badan dan melatih diri untuk hidup lebih berdisiplin.
- Berpuasa dapat menguatkan keimanan kita terhadap Allah s.w.t.
- Berpuasa dengan penuh keikhlasan dan mengharapkan akan keredaan Allah maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
- Berpuasa dapat menimbulkan perasaan indaf dan belas kasihan orang-orang kaya terhadap golongan miskin yang sentiasa hidup menderita kelaparan dan dahaga.
HIKMAH PUASA
Posted in Puasa | Tags: fungsi puasa, HIKMAH PUASA
BATAL DAN HARAM PUASA
- Makan dan minum dengan sengaja
- Bersetubuh dengan sengaja di siang hari
- Muntah dengan sengaja seperti memasukkan jari ke dalam mulut
- Memasukkan sesuatu ke dalam rongga seperti hidung, telinga, dan sebagainya
- Bersalin
- Hilang akal disebabkan gila atau mabuk dengan sengaja
- Kedatangan haid bagi perempuan
- Mengeluarkan mani dengan sengaja pada waktu siang hari tetapi jika bermimpi tidak batal puasanya
- Murtad
=========================================
HARAM PUASA
- Berpuasa pada Hari Raya Aidil Fitri ( 1 Syawal )
- Berpuasa pada Hari Raya Aidil Adha ( 10 Zulhijjah )
- Berpuasa pada hari-hari Tasyrik ( 11, 12, dan 13 Zulhijjah )
Posted in Puasa | Tags: BATAL DAN HARAM PUASA
Makruh Puasa
- Berkumur atau menggosok gigi selepas gelincir matahari
- Bercakap kosong dan sia-sia atau mengeluarkan perkataan yang kotor
- Merasa makanan dengan lidah
- Melihat pada gambar-gambar yang berunsur maksiat atau melihat pada pendedahan aurat
- Berbekam
- Memakai bau-bauan atau mencium bauan
- Tidur sepanjang hari dengan tidak melakukan sesuatu kerjapun
- Berbuka dengan memakan terlalu kenyang.
Posted in Puasa | Tags: makruh puasa, puasa sunat
Jenis-jenis Puasa
Puasa fardhu atau puasa di bulan Ramadan telah diwajibkan ke atas setiap mukallaf yang berakil baligh serta telah memenuhi syaratnya. Bagi kanak-kanak yang belum akil baligh, mereka ini tidak diwajibkan berpuasa tetapi ibu bapa haruslah melatih mereka untuk berpuasa sebagai latihan. Sesiapa yang mengingkari akan kewajipan berpuasa ini maka mereka dihukum murtad.
Puasa sunat ialah puasa yang dikerjakan kerana semata-mata untuk mengharapkan akan keampunan, keredhaan, balasan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Puasa sunat boleh dikerjakan pada bila-bila masa yang diingini jika seseorang itu merasa ia berkemampuan untuk melaksanakannya kecuali pada hari-hari yang telah diharamkan dan pada hari-hari yang makruh berpuasa. |
Puasa Qada ialah puasa yang wajib ditunaikan kerana bagi menggantikan puasa yang telah ditinggalkan pada bulan Ramadan dahulu diatas sesuatu sebab ataupun kelonggaran yang diizinkan oleh syarak seperti sakit tenat, bermusafir, haid, nifas, bersalin dan sebagainya
Puasa nazar wajib ditunaikan apabila kita telah berperoleh ataupun berjaya mendapatkan sesuatu apa yang kita ingini itu. Jika apa yang kita nazarkan itu tidak berjaya maka tidaklah wajib keatas kita untuk menunaikan nazar tersebut. Contohnya seperti berkata seseorang itu sekiranya ditakdirkan isteriku melahirkan anak perempuan maka aku bernazar untuk berpuasa satu hari. Jika betul ia mendapat anak perempuan maka wajiblah ia berpuasa.
Puasa kifarat wajib ditunaikan jika seseorang telah melakukan perbuatan-perbuatan seperti berikut : |
Posted in Puasa | Tags: Jenis-jenis Puasa, puasa sunat
APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN? (Kisah Nyata)
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah
kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal
menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan
ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia
yang
menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?”
tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata
mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan
segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan.
Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita
bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita
bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab
hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa
menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia
telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
“Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah
dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor
diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu
tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap
dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah
ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel
menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu
tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk
mendeskripsikan ketiadaan panas.”
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu
ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak.
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana
tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap
tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan
mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.
Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap
suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya
di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah
kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja,
seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat
setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal
dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara
tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada.
Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau
gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia
untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak
menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari
tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti
dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap
yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa jenius itu adalah Albert Einstein.
Dikirim oleh teman dari mailinglist Arkeologi UI
Posted in Artikel | Tags: (Kisah Nyata), albert, APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?
Puasa dan Kesehatan
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah: 183).
Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 184).
Dua ayat di atas menggambarkan tentang kewajiban puasa dan manfaatnya. Kecuali kita mendapati maksud untuk menjadikan orang yang berpuasa bertaqwa, tapi juga manfaat di luar itu; seperti untuk kesehatan. Setidaknya kita juga mendapati hadits yang menyatakan ’shûmû tashihhû’ ; berpuasalah niscaya kalian akan sehat !.
Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya menemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka manusia sangat membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa’i dari shahabat Abu Umamah:”Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu”. Maka Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa”.
Dan sebab pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh Islam adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.
Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hotmon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan apa yang difahami kebanyakan orang, bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Puasa yang bagus bagi badan itu adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. hal ini sesuai benar dengan anjuran Rasulullah dalam sebuah haditsnya: ’Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun)’.
Kalau memakai analisis matematika Al-Qurkan, kita akan menemukan relefansinya dengan firmanNya: ’Barangsiapa yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan itu’ (QS Al-An’âm : 160) . Nah, satu hari dihargai 10 hari oleh Allah, maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari. Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah.
Karenanya, berpuasa kecuali dengan menargetkan kwalitas ketakwaan yang bersifat kosmis juga kwalitas kesehatan yang bersifat fisik. Manfaat itu bagaikan dua mata koin dari puasa yang kita lakukan sebulan penuh itu. Semoga
Dimuat di republika 29 September 2006
Posted in Artikel | Tags: puasa 3 hari, Puasa dan Kesehatan
Menuju SHolat Khyusu
Garis Besar :
- Tartil
- Terdapat jeda di antara bacaan.
- Lirih, terdengar oleh telinga sendiri
- Diucapkan dengan menghiba
- Tidak berdehem, menguap, bersendawa. Kalau ada keinginan itu, mestinya dapat ditahan dulu.
Langkah Praktis :
- Lakukanlah semua bacaan sesuai dengan tuntunan dan yang diajarkan Rasulullah
Lakukan setiap bacaan dengan tenang dan tartil
Perbanyaklah membaca tasbih pada waktu ruku’ dan sujud serta Perbanyaklah doa pada waktu sujud dan sebelum salam
bacaan Sholat
Takbiratul Ihram —> ALLAAHU AKBAR (Allaah Maha Besar)
Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.
(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).
Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)
Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).
Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.
(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)
Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya. Subhaanallaah.
Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.
Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam)
Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)
Iyyaaka, na’budu, wa iyyaaka, nasta’iin
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)
Ihdina, asshiraathal, mustaqiim —> berharaplah dengan penuh harap ketika membacanya.
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)
Shiraath, alladziina, an’am, ta ‘alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni’mat, kepada mereka)
Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)
Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Ruku’
Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan bermacam-macam dzikir dan do’a. Kadangkala beliau mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :
1. Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi.
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
—> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.
(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)
—> kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau
berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku’nya hampir mendekati
lama berdirinya.
2. Subbuuhun, qudduus, rabbul malaaikati, warruuh.
(Maha Suci Engkau ya Allaah, Pemberi berkah, Tuhan malaikat, dan ruh) –> Riwayat Muslim
3. Allaahumma, laka raka’at, wa aamantu, wa laka aslamtu,
(Yaa Allaah, kepadaMu, kuserahkan ruku’ku, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku Islam (menyerahkan diri).)
anta rabbiiy, khasa’a laka sam’iiy, wa bashariy, wa mukhyii, wa ‘adzhomii, wa fii riwaayah
(Engkau Tuhanku, KepadaMulah pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan syarafku tunduk)
wa mastaqallat bihi, qadamii, lillaah, rabbil ‘aalamiin.
(Dan apa yang dibawa kakiku, kuserahkan, kepada Allaah, Tuhan semesta alam)
(HR. Ad-Dharuquthni)
Memperpanjang Ruku’
Diriwayatkan bahwa :
“Rasulullaah Sallallaahu ‘alayhi wa sallaam, menjadikan ruku’nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.”
(Hadits Shahih Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
I’tidal
Rasululullaah Sallaahu ‘alayhi wa sallaam mengangkat punggungnya dari ruku’ sambil mengucapkan,
“Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)
Maka ketika kita i’tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :
Sami’allaahu, li, man, hamida, hu
(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)
“Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., “Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)
Maka mari kita baca :
Rabbanaa, lakal, hamdu
(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)
Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :
mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba’du
(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)
Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)
Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do’a-do’a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah Sallallaahu ‘alayhi wa sallaam.
1. Subhaana, rabbiyal, a’laa
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur)
Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.
2. Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdi, hi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)
3. Subbuuhun, qudduusun, rabbul malaaikati, warruuh
(Maha Suci, Pemberi Berkat, Tuhan malaikat, dan ruh)
Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo’a sepertinya do’anya Rasulullaah, dan bacalah do’a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta’ala.
Di dalam duduk ini, Rasulullaah Sallallaahu ‘alayhi wa sallaam mengucapkan :
Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii
(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)
Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).
Duduk At-Tasyaahud Awal
01. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.
Dari Ibn Mas’ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau – sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepadaku : —> (Mari dihafalkan setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)
Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.
Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan.
Assalaamu ‘alayka * , ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi, dan beserta rahmat Allaah, dan berkatNya.
Assalaamu ‘alaynaa, wa ‘alaa, ‘ibaadillaahisshaalihiiin.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.
Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.
Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.
Wa asyhadu, anna muhammadan, ‘abduhu, wa rasuluhu.
Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya.
* Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :
Assalaamu ‘alannabiy.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi.
02. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu ‘Uwanah, Asy-Syafi’i, dan An-Nasa’i.
Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepada kami. Beliau mengucapkan :
Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
Assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahisshaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, ‘abduhu, warasuuluh)
–> Artinya sama dengan yang diatas, insha Allaah.
Bacaan shalawat Nabi di akhir shalat
Rasulullaah saw. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari’atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.
Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum di kita, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa, aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad
Kamaa, shallayta, ‘alaa ibrahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.
Innaka, hamiidummajiid.
Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Allaahumma, baarik, ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad
Kamaa, baarakta, ‘ala ibraahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.
Innaka, hamiidummajiid.
Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Cara Mengucapkan Salam
Mari kita simak hadits berikut, yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi serta dishahihkan olehnya.
“Rasulullaah saw. mengucapkan salam ke sebelah kanannya : Assalaamu ‘alaykum warahmatullaahi wa barakaatuh (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah, serta berkatNya), sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaykum warahmatullaah (Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allaah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”
Perhatikanlah, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih banyak daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua).
Atau dalam riwayat lain, ketika salam yang pertama beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaykum warahmatullaah, dan pada salam yang kedua beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaykum.
Alhamdulillaah, Maha Benar Allaah atas segala FirmanNya. Maka semoga kesebelas artikel ini menjadikan jalan kemudahan bagi kita di dalam usaha kita berusaha khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan, sehingga benar-benar memiliki ruh dan nilai yang sulit bagi kita untuk menuangkannya dalam kata-kata, karena begitu nikmatnya shalat itu. (SELESAI)
Posted in Artikel, Bercinta dengan Allah | Tags: bacaan sholat, bacaan sholat indonesia, sholat khyusu
Terapi Gangguan Jin (Cara Pengobatannya)
Kajian Islam Musholla Al-Barokah Gd.Cyber Kuningan Barat Jaksel.
Terapi Gangguan Jin (Cara Pengobatannya)
Ust. Abu Aqila – Penulis Buku ” Kesaksian Raja Jin ” -
Kajian ke 2 – Bertemakan JIN.
http://albarokah.lamalif.org/
Resume :
Metode yang digunakan Rasulullah Saw untuk mengusir gangguan Jin.
1. Melaknat Iblis dengan Laknat Allah SWT.
2. Ditepuk punggungnya dan berdoa yang artinya ” Keluarlah kau wahai musuh
ALlah dan Aku Melaknat-mu dengan Laknat Allah”
3. Membaca Ayat2 Ruqyah :
Al-Fatihah, Al-Baqarah 1-4, Al-Baqarah 163-164, Al-Imran 18, Al-Hasyr 1-3,
Ash-Shaffat 1-10, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.
Metode Setelah Era Rasul
1. Masa Imam Ahmad
Membaca Al-Fatihah, Al-Hasyr 1-3, Ash-Shaffat 1-10, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. Dituliskan, dicelupkan serta diminumkan airnya.
2. Membacakan Ruqyah pada orang yg terkena gangguan jin.
3 Hal dalam menanggulangi gangguan Jin.
1. Preventif
Mengikuti Perintah dan Menjauhi larangan Allah SWT serta mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.
Contoh :
- Shalat Berjamaah 5 waktu di mesjid – Shalat Sunnah
- Tilawah Qur’an
- Ta’lim
- dsb
2. Defensif
Berdo’a:
Ex: Al-Mu’minun 97-98
“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan
mereka kepadaku.”
Rasulullah SAW membaca do’a diatas pada saat mau shalat, selesai shalat dan hendak tidur
Do’a Al-ma’tsurat Rasulullah pagi dan petang.
3. Offensif
Surat Fathir: 6
” Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”
TANAMKAN PERMUSUHAN DG SETAN !!!
- Laknat Syetan Tersebut dengan Laknat AAllah.
- Mencari penyebab gangguan Jin pada tubbuh manusia
1. Gangguan Pelet
Letak gangguan -> Syaraf betis kanan mengeras ( Pria )
Syaraf betis kiri mengeras ( Wanita )
2. Depresi Mental
Letak gangguan -> di terapi pula dg obat2-an medis.
3. Depresi Pikiran
Letak gangguan -> Saraf otak kecil bagian belakang
4. Melamun
Letak gangguan -> Saraf otak kecil bagian depan
5. Sihir
Letak gangguan -> Saraf yang berhubungan dg mata, telinga dan hidung
Seluruh letak gangguan diatas harus dipijit agar aliran darah kembali lancar tentunya dg konsistensi untuk terus membaca do’a ruqyah yang
diajarkan Rasulullah SAW tanpa berpaling sedikitpun dg mengabaikan seluruh permintaan Jin kepada kita serta tetap dalam keberanian penuh sesuai keyakinan kita kepada kekuatan Allah SWT.
” Sesungguhnya tipu daya setan sangat lemah”.
6. Gangguan di rumah
Membaca Surat Al-Baqarah + tanamkan keberanian.
Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW.
7. Ditempat Keramat
Datangi tempat tersebut dan lakukan perlawanan kepada Jin
tersebut. ( Dianjurkan mengikuti pelatihan terapi terlebih dahulu ).
Catatan Penting.
1. Apabila seseorang yang berobat ke dukun / paranormal lalu ia sembuh
maka yakinlah bahwa kesembuhannya itu bernuansa MUSYRIK.
2. Orang yang datang ke dukun / paranormal dan mempercayai apa yang
disampaikannya maka ia telah KUFUR.
Pertanyaan dari Audiens.
1. Bagaimana membedakan orang sakit karena medis dengan orang sakit karena
gangguan JIN ?
Kemasukan Jin
- Malas
- Mudah Marah
- Suka tidur-tiduran saja
- Sering Panas Dingin
- Batang Leher / punggung sering terasa berat.
- Kesal dan benci kepada orang tanpa alaasan yg tepat.
- Rasa sakit pada tubuh tidak terbukti ssecara medis.
Karena medis
- Antara rasa sakit dg diagnose sesuai.<
- Pengobatan medis membantu proses penyeembuhan.
2. Apakah Roh nenek moyang dapat masuk ke dalam tubuh ?
Roh orang yang sudah meninggal dalam keadaan 2 posisi :
- Wafat Khusnul Khotimah berada di sisi Allah Swt
- Wafat Su’ul Khotimah berada pada siksaa kubur
Kedua jenis ROH ini tidak akan pernah kembali lagi ke bumi ! Adapun
penyerupaan dan penampakan adalah hasil karya tipuan pada Jin atau Qorin.
Apabila Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Pandangan Syariat thd Gangguan Jin ini serta INgin melakukan Therapi atas gangguan Jin maka dapat menghubungi
Ustadz Abu Aqila
Bengkel Rohani :
Jl. Ir.H.Juanda No.2
Ciputat – Jakarta 15412
Telp/Fax.. 740-9637
Terapi Hari Senin dan Jum’at
Pelatihan Terapi Selasa – Kamis.
Demikian Resume ini dibuat agar dapat kiranya meluruskan seluruh persepsi kita tentang Jin sehingga apa yang disinyalir Allah dalam surat at-tiin ” sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya “
dapat kita pahami bersama bahwa manusia jauh lebih mulia dibanding mahluk apa pun.
” Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu)……, ” – Fathir : 6
Wassalam,
Musholla Al-Barokah.
Posted in Artikel
Syurga dan Neraka
![]() |
![]() |
![]() |
|
Seorang guru pernah bercerita kepada saya. Katanya, diriwayatkan, tatkala Allah selesai mencipta syurga, maka Allah memanggil malaikat untuk menyaksikan kehebatannya. Malaikat yang melihatnya telah terpesona dengan kecantikan syurga lalu berkata, “Niscaya semua orang akan melakukannya”. Lalu Allah melindungkan syurga itu dengan kemiskinan, kepayahan dan ujian. Maka berkata pula malaikat, “Nescaya, tiada yang akan berjaya”. Kemudian Allah menciptakan neraka dan sekali lagi memanggil melaikat untuk melihat betapa azabnya siksaan yang ada di dalamnya. Malaikat yang melihatnya berasa gerun dengan penderitaan yang terkandung di dalamnya seraya berkata “Nescaya, tidak akan ada orang yang akan mahukannya”. Tetapi kemudian Allah lindungkan ianya dengan emas, kekayaan dan keseronokan, berkatalah mereka “Nescaya tidak akan ada yang akan terlepas”.Saya sebenarnya amat terkesan dengan riwayat ini. Dan beberapa kali juga saya ulanginya di hadapan beberapa orang teman (terutama yang lebih junior) sebagai peringatan buat mereka dan diri saya sendiri terutamanya. Mengapa? Kerana riwayat ini sudah menjelaskan sesuatu yang perlu kita fahami secara asas. Iaitu jalan ke syurga itu sememangnya dilitupi duri dan onak manakala jalan ke neraka sememangnya dipenuhi dengan kenikmatan.
Mungkin kerana itu, walaupun hakikat indahnya syurga telah diuar-uarkan oleh Allah melalui lidah mulia rasulNya Muhammad saw, namun duri dan onak, kemiskinan, kepayahan dan ribuan lagi keperitan yang menanti di pintunya menjadikan kita seakan terlupa akan kehebatan nikmat di dalamnya. Deretan kesusahan yang menanti sepanjang jalan ke syurga menjadikan syurga itu hilang daya tarikannya di hadapan mata kita. Begitu juga jalan ke neraka. Sememangnya mudah. Dan yang lebih pasti, tampak indah. Seronoknya berada dalam jalan ke neraka ini sehingga kita terlupa hakikat sebenar neraka itu yang dipenuhi dengan azab penderitaan, nyalaan api hitam dan biru, lautan peluh, nanah dan darah dan pelbagai lagi siksaan-siksaan yang menggerunkan bukan sahaja manusia, bahkan malaikat yang melihatnya. Dan kerana mudahnya ia kelihatan, ditambah lagi keseronokan yang ada sepanjang jalan menujunya, ramai di antara kita yang sama ada secara sengaja atau tidak telah memilih neraka menjadi tempat tujuan utama. Wana’uzubillah… Sebenarnya, bukanlah kerana kita ‘tertarik’ kepada siksaan yang ditawarkan di dalamnya. Tidak. Tetapi sebenarnya akibat terpedaya semasa berada di atas jalannya. Maksiat dan dosa itu memang menyeronokkan. Memang lazat. Katakan apa saja entuk maksiat. Riba? Rasuah? Zina? Mencuri? Minum arak? Apa lagi? Kesemua emang seronok untuk dilakukan. Apatah lagi di zaman serba moden ini. Orang serba berbangga dengan kemungkaran yang diperbuat. Seorang lelaki akan begitu berbangga dengan keupayaannya meniduri seorang gadis dan lain-lain lagi. Sedangkan jalan ke syurga tampak kelam dan memeritkan. Siapa yang suka berlapar? Siapa yang sanggup hidup dalam kemiskinan? Bangun malam untuk bertahajud? Malah bagi orang yang mengejar keuntungan, meninggalkan perniagaan dalam tempoh sepuluh minit untuk berjemaah di masjid juga suatu kerugian. Dan mereka juga, orang-orang yang memilih hidup zuhud, sering dipandang jijik di mata masyarakat. Siapa yang sanggup jadi sebegini? Maka benarlah ungkapan malaikat tadi. Tiada siapa yang akan terlepas dari siksa neraka dan tiada siapa yang akan berjaya untuk masuk ke syurga. Kerana kebiasaan kita untuk melihat dan seterusnya mengutamakan luaran terlebih dahulu dari hakikat yang terselindung. MasyaAllah… Tetapi dengan sifat Rahim dan Ghafur Allah, insyaAllah kita akan mampu juga menjejakkan kaki ke taman syurgaNya yang penuh keindahan selagi kita beriman. Tetapi, apakah neraka akan menjadi tempat persinggahan kita sebelum kita akan ke syurga? Inilah yang sering menghantui pemikiran saya. Saya takut untuk masuk ke nerakaNya. Saya gerun mendengar kisah-kisah siksaan yang disaksikan oleh Nabi saw di neraka ketika peristiwa Israk & Mikraj. Tetapi kaki ini selalu berat untuk berdiri menghadapNya. Mata ini terlalu sukar untuk menahan mengantuk demi beribadah kepadaNya. Tambah lagi dengan kehidupan hari ini. Saranan Nabi Muhammad saw, insan yang selalu saya sebutkan sebagai kasih dan cinta kepadanya, yang saya akui sebagai utusan Allah, yang saya iktiraf sebagai manusia terunggul untuk dicontohi, saya ketepikan begitu sahaja. Saya tidak mahu hidup dalam kekurangan seperti Baginda saw. Bahkan saya turut sama dalam perlumbaan mengumpul harta dunia bersama orang-orang yang tidak beriman! Kebanyakan dari kita mengakui keimanan kepada Allah dan NabiNya serta Hari Akhirat. Tetapi berapa ramaikah antara kita yang benar-benar bersedia untuk bertemuNya & merebut Syafaat NabiNya di Hari Akhirat kelak? Cuba lihat diri kita hari ini. Dari pagi sampai ke pagi, yang selalu terkeluar dari bibir kita adalah kata-kata bagaimana hendak menambahkan pendapatan. Entah berapa kali sahaja kalimah zikir dan fikir ummah terkeluar dari situ. Hari ini, ramai dari muslim yang sudah tidak hairan dengan syurga dan neraka Allah. Sehinggakan ada yang sanggup mendakwa nikmat yang sedikit di dunia ini bagaikan di syurga. Seperti contohnya, dapat berduaan dengan kekasih itu bagaikan berada di syurga. Atau, kota maksiat seperti Haadyai dan Las Vegas tanpa silu digelar sebagai syurga. Sedangkan syurga Allah itu jauh lebih hebat dari itu. Begitu juga dengan neraka. Sesetengah dari kita ada yang merasakan diri mereka dapat menahan siksa dan nyalaan api di neraka kelak. Astaghfirullah. Semuga Allah mengampunkan dan memberikan kepada mereka dan juga kita semua. Tetapi sesungguhnya siksa neraka Allah itu begitu hebat azabnya. Tidak ada satu jiwapun yang akan mampu menahannya walaupun Iblis, yang pernah menjadi ketua para malaikat. Menyamakan apa-apa kenikmatan dunia ini bagaikan syurga Allah dan apa-apa kesusahan pula sebagai neraka Allah adalah perbuatan yang jahil dan kejam terhadap Allah. Sesungguhnya, seandainya syurga dan neraka itu dizahirkan, tidak akan ada orang di dunia ini yang akan melakukan pekerjaan lain selain beribadat bagi mendapatkan tempat di syurgaNya dan mengelak dari terjerumus ke dalam neraka. Saya menulis bukan untuk sesiapa. Tetapi untuk diri saya sendiri. Semoga selepas ini tubuh ini tidak lagi berat dari beribadah kepadanya. Supaya lidah ini lebih asyik mengalunkan zikir dari berbual perkara yang lagho. Supaya mata ini lebih seronok menatap naskhah al-Quran dari menonton hiburan di televisyen. Supaya aqal ini lebih mencari redhaNya dari mencari kekayaan duniawi. Supaya hati ini lebih mengingatiNya dari mengingati yang lain. Amin… Tuhanku… Aku tidak layak untuk syurgaMu. Tetapi aku tidak sanggup menghadapi siksa nerakaMu. Terimalah taubatku, Kau ampunilah dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar….. Sekian buat kali ini. Segala yang baik datang dari Allah dan yang tidak baik adalah akibat kelalaian saya sendiri. (dari seorang sahabat di malaysia) |
Posted in Artikel | Tags: Syurga dan Neraka
Photo Siksa Kubur.. HATI2 !!
SUBHANALLAH
Insyaflah Wahai Manusia.. insyaf-lah ….
Sign of Allah:
Torture in a tomb Tanda kebesaran Allah / Siksa kubur
Reduced: 52% of original size [ 460 x 284 ] – Click to view full image
Di photo ini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di oman. Mayat pemuda tersebut digali kembali dari kuburnya setelah 3 jam di makamkan yang di saksikan oleh ayahnya. Pemuda tersebut meninggal dirumah sakit dan setelah di mandikan di makamkan secara islam di hari itu juga. Tetapi setelah pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk di identifikasi kebenaran penyebab kematianya.
Reduced: 68% of original size [ 350 x 294 ] – Click to view full image
Seluruh kerabat dan teman – temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat. Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam. Dia berubah tampak ke abu – abuan seperti orang yang sudah tua. Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan dengan tulang – tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan ke badannya.
Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memerlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.
Sebagai penutup dari orang yang meninggal tersebut semuanya di tujukan kepada Ilmu pengetahuan tentang Islam yang mana tidak dapat dipungkiri lagi keterngananya bahwa siksa kubur itu benar adanya seperti yang di peringatkan oleh ALLAH SWT dan Nabi Muhammad S.A.W.
Semoga bisa diambil hikmahnya bagi kita semua ..
Best Regards,
Posted in Jeritan Hati !!


